Tukul Itu Bener Bener Fenomena.
Maret 21, 2007
Tukul mulai berkarir dijakarta sebagai pekerja serabutan. Apa aja dilakoni sampe akhirnya bisa siaran diradio SK pada tahun 97-98. Waktu itu dia dapat jatah siaran yang agak-agak kering. Hari minggu jam 6 pagi ampe jam 9. Acaranya dari mulai kirim-kirim salam sampe kirim lagu. Tapi acara utama nya sebenernya ramalan bintang. Yang khas dari tukul waktu itu adalah kalo ada cewek yang nanya bintang yang cocok buat jadi jodoh apa, tukul selalu ngejawab libra. Kalo ditanya kenapa sama ceweknya. Tukul selalu bilang “karena saya libra”. Pada awalnya joke ini cukup menyegarkan. Terutama buat anak abg yang udah males nonton doraemon tapi dah keburu bangun kepagian dihari minggu karena disuruh2 nyokapnya. Setahun berjalan lawakan itu terus dipake dan mulai terasa membosankan
Saat yang bersamaan tukul mulai diajak ikut maen di reuni srimulat indosiar. Waktu itu acara ini punya rating yang lumayan. Kalo masih pada inget, setiap lebaran hari kedua indosiar menyiarkan ulang (re run) semua acara reuni srimulat ini per setengah jam sekali selama sehari penuh. Sebuah trobosan yang disambut baik oleh pemirsa indosiar didaerah. Terutama jawa tengah, timur, yogya dan sekitarnya. Basis masa srimulat. Yang tentu saja dipicu oleh kesamaan bahasa yang dipake srimulat. Sementara untuk daerah-daerah lain cukup nonton tv yang lain saja.
Saat direuni itu ada satu adegan dimana tukul berperan sebagai tamu dari yang punya rumah. Sebuah setting tradisional srimulat yang memang sudah baku kayaknya. Karena selalu begitu ceritanya. Saat tukul berakting itulah ada salah satu anggota senior (tarzan kalo nggak salah) yang nyeletuk “orang kayak gini aja kok diajak maen. Nyari yang begini ini kan banyak”. Penampilan tukul waktu itu nggak bisa dibilang jelek, cuma memang keindahan sesuatu itu berkait juga dengan lingkungannya. Saat itu lingkungannya adalah biang pelawak semua. Dan nggak salah juga rasanya kalo waktu itu tukul jadi sulit bersinar. Mutiara dalam lumpur akan terlihat bersinar, tapi kalo mutiara di toko perhiasan? Cuma yang jeli yang bisa membedakannya
jargon2 yang dikeluarkannya sekarang juga sudah dikeluarkan sejak dulu jaman siaran diradio SK. Cara tepuk tangannya yang mirip orang utan itu juga bukan hal yang baru. Begitu pun dengan gerakannya memperlebar bibir dan kuping. Sudah digunakannya sejak dulu saat jadi bintang video klipnya joshua di lagu “diobok-obok”. Tapi tukul tetap jadi fenomena dengan ke “apa ada” annya. Nggak ada yang baru dari tukul. Tapi masyarakat menuntut sesuatu yang baru dari televisinya. Perapian jaman modern itu sudah terlalu jenuh dengan acara-acara mistik dan kekerasan yang berbalut orang jilbab dan berpeci (bukan berbalut agama) seakan-akan cuma orang islam yang bisa kualat dan keluar belatung dari kepalanya.
Patut ditunggu hasil survey terakhir dari acnielsen untuk acara berjenis talkshow ini. Apakah sudah bisa menggeser sinetron2 ngawur itu? Ataukah masih harus tetap nongkrong diwaktu-waktu yang agak malam. Mungkin lebih baik melihat tukul menghina dan dihina tamunya dari pada menyajikan kekerasan dan hukuman tuhan di ruang keluarga kita. Sebagai dewa dari perusahaan-perusahaan tv di indonesia, sepertinya acnielsen harus mulai membenahi sistem surveynya. Apa iya sih, masyarakat belum jenuh dengan sinetron kuburan meledak-ledak (kata dorce). Tukul menjadi gaya baru dari talkshow saat acara sejenis yang sudah lebih mapan makin hari makin serius dan berusaha untuk cerdas dan berani.
Manusia tak kan pernah tau apa yang akan terjadi dimasa depan. Begitupun tarzan, mungkin tak pernah menyangka (sebagaimana juga kita) kalo tukul akan berani meminta bayaran sampai 30jt untuk satu kali tampil. Ucapannya sendiri yang dirilis kompas cyber media beberapa waktu lalu. Roda yang berputar dan kesabaran untuk menerima segala cobaan akhirnya membuahkan hasil yang manis. Sampai kapan? Sampai ac nielsen bubar kali.
Dari berbagai sumber
Mengigau
Januari 15, 2007
Cerita saat masih aktif jalan-jalan. Ke sukabumi. Daerah segaranten desa entahlah kecamatan tidak tahu. Berlatih menelusuri dan memetakan goa. Tujuh orang anggota tim ditambah tiga orang pendamping termasuk saya. Perjalanan jauh untuk ukuran jawa barat, berganti-ganti kendaraan dan mabuk perjalanan karena tidak tidur malam sebelumnya. Ditambah sarapan yang cuma angin dan air putih. Kepala terkantuk-kantuk tapi suasana berisik sekali. Bis ekonomi. Pengamen, asongan, dan urusan rumah tangga orang. Semua tumpah didalam bis sesak tanpa pendingin udara. Tiba disukabumi pindah naik angkot sewaan yang kurang ajar berhenti seenaknya dengan alasan rusak. Ganti sambung kendaraan dan tiba saat matahari mulai panas. Berganti berjalan kaki selama empat jam baru tiba dirumah sesepuh desa.
Tiba dibasecamp sudah hampir magrib. Pundak dan kaki letih. Perut mual karena cuma ngemil sepanjang jalan. Saya tengok yang lainnya tetap segar. Hebat! Ramah tamah sebentar dengan yang punya rumah lalu masak. Yang lain tak berani mandi karena takut mati. Banyak yang percaya kalo kita kurang tidur jangan mandi. Nanti kena angin duduk. Saya tak percaya, cuma ngantuk saja. Buat apa mandi? toh udaranya dingin. Ganti baju lalu rebahan dan langsung lelap. Salah pilih pendamping tim itu.
Sedang lelap dibangunkan untuk makan malam. Nasi putih, ikan asin, ikan kalengan dan mie instan. Rasanya? Lebih sedap dari steak. Ditambah teh pahit sebagai penutup. Mantab! Nikmat! Lalu terlelap lagi. Benar – benar butuh pendamping baru tim itu.
Pagi hari bangun sendiri tanpa teman. Yang lain masih terlelap. Urusan pagi diselesaikan dengan santai karena tak harus berebut. Satu persatu bangun dan senyum – senyum saat berpapasan. Biar saja. Mungkin ada yang lucu. Makin lama makin lebar senyum itu. beberapa kali bahkan menjadi tertawa kecil saat saya ajak bicara. Pasti ada sesuatu dan itu ada hubungannya dengan saya. Saya panggil salah satu dari tim itu lalu saya tanya. Tersenyum saja. Tak mau menjawab. Saya panggil yang lainnya. Sama saja. Menyebalkan sekali. Saya pergi kedapur mencari pendamping lainnya. Saya yakin dia tau. Dia bersama tim itu semalam. Saya tanya dia langsung ketawa.
Dia bilang tak mungkin anak-anak itu mau bilang. Saya tanya lagi kepadanya. Dia cerita. Semalam saat tim itu sedang rapat saya mengigau dalam tidur. Apa salahnya kata saya? Salahnya yang saya ucapkan itu katanya. Memang saya bilang apa. Sambil menahan tawa dia menirukan yang saya igaukan. Katanya saya mengucap “neng, abang masukin neng ya? Ya neng ya?”. Entahlah…
Percakapan tolol di pabrik yang mulai sepi.
Januari 9, 2007
Andy : eh nyet! Menurut lu tuhan itu ada nggak?
Didi : hehehe.. ada.
Andy : kalo setan?
Didi : ada
Andy : meteor itu apaan?
Didi : benda langit yang dipake buat nimpuk setan karena nyolong berita.
Andy : kenape lu sholat
Didi : bentuk rasa sukur gue??
Andy : kalo lagi puasa ngupil batal nggak?
Didi : nggak
Andy : mmmm… *sok mikir
Didi : lu ngapain nyet nanya2 begitu? Kagak didebat lagi jawaban gua.
Andy : itu dia, tadinya gue pikir bisa jadi bahan debat. Lu jawabnya beneran sih!
Didi : ?????.
Hujan
Desember 18, 2006
Wah….. sudah sepanjang akhir minggu kemarin kami nggak keluar rumah. Saya dan Simbak cuma bisa duduk diteras memandangi langit yang gelap dan titik-titik hujan yang mulai jatuh satu persatu. Mendengar angin yang menderu membawa dingin yang menusuk. Samar-samar sebentuk cahaya melayang diudara. Makin lama makin rendah dan hilang dibalik pepohonan. Mendaratlah dengan selamat. Hebat! Pilot yang hebat! Mendaratkan pesawat dipagi yang berkabut.
Masih duduk berdua memandangi hujan dan kebun kecil kami yang basah berganti-ganti. Pucuk lili itu merunduk, bibit mangganya juga. Tapi anggrek tanahnya masih tegak berdiri. Angin kembali menderu. Hiihhh… dinginnya. Sepeda motor yang sedang dipanasi pun dimatikan kembali. Nggak jadi pergi. Langitnya menyeramkan. Lebih baik dirumah saja dan duduk duduk didapur sambil mengisi perut. Rencana untuk keluar sebentar pun harus ditunda tanpa tau kapan bisa terlaksana. Mmm.. mpek-mpeknya ditahan dulu ya mbak.
Khasiat Teh
Desember 11, 2006
Si Freddy suka sekali mengirimkan hal-hal menarik yang dibacanya untuk kami ikut membacanya juga. Biasanya yang dia kirimi itu berfungsi juga sebagai penguat dari tindakan yang dilakukannya. Sulit kali ya menyakinkan orang lain perihal sesuatu yang kira lakukan? Dan untuk itu kita butuh bantuan dari luar. Beberapa saat lalu dia mengirimkan hasil penelitian soal teh. Yang menyatakan kalo teh sangat menyehatkan. Study ini disponsori oleh beberapa perusahaan teh. Mereka menjamin kalo study ini independen kok. Yeeaaahhh!!!! Percaya Om Percaya!!
Untuk menandingi study itu, saya pun membuat study juga. Walau berbeda tujuan tapi paling nggak ada tambahan study untuk soal teh ini. Berikut ceritanya:
Dua kelompok dirumah saya minum teh yang sama setiap hari selama 4 minggu. Waktu minum dan makanan yang menyertainya tidak termasuk dalam variabel pengukuran. Alias disamakan. Jam 6 sore dengan makanan pengiring gorengan ataupun donut manis agak kehitaman. Variabel yang membedakan keduanya adalah, kelompok pertama dikondisikan bersih, dalam artian sudah mandi dan memakai baju yang bersih. Sedangkan kelompok kedua berseragam kantor dengan bau debu dan keringat yang meruap disela sela acara minum teh sore itu. Test yang dilakukan adalah dengan membiarkan keduanya duduk sejajar dan menonton acara televisi. Keduanya dibebaskan untuk berkompromi acara apa yang akan ditonton. Hasil tesnya adalah:
- kelompok pertama memandang televisi dengan expresi yang sewajarnya. dan komentar2 yang mengandung saran perbaikan untuk acara televisi yang ditonton. Kadang2 juga saran agar kelompok kedua mandi dan ganti baju. Selebihnya duduk tenang.
- kelompok kedua memandang televisi dengan tatapan nanar dan komentar2 sengak tak berketentuan. Menderita keletihan yang diakibatkan perjalanan ulang alik dari ruang tv ke dapur untuk terus menerus mengisi ulang gelas teh sampai teh yang disediakan habis. Mengulanginya dengan teko ke dua. Setelah itu duduk tenang.
Kesimpulan: teh dapat menenangkan dua kelompok yang berbeda kondisi higienitasnya. Namun teh memerlukan waktu dan porsi yang berlainan untuk memberi efek yang sama kepada kedua kelompok yang diteliti.
Kantornya sepi
Desember 9, 2006
Lha gimana nggak sepi? Wong ini hari sabtu. Kok malah dikantor? Ya itu dia, sebagai seorang pegawai rendahan, mana bisa kalo harus dirumah pas hari sabtu. Tapi nggak juga sih, itu bosku yang notabene direktur dan merupakan seorang pegawai asing (orang jepang) tetep masuk pas hari sabtu.
Sebenarnya sih kalo boleh aku milih, aku kepingin turu wae nang omah. Kelan kelon karo simbak atau masak apa gitu yang bermutu. Atau eker eker tanah buat ngerapihin itu halaman depan. Makin hari kok makin jauh dari bayangan halaman depan itu. Dulu nya sih pengen banget punya taman yang bagus. Yang ada rumput ijonya, yang ada bunga-bunga aneka warna. Tapi rencana tinggal rencana. Dan dawuhnya si bos aku suruh masuk dengan tanggung jawab mengawasi tape backup. Oallaaahhhhhh… ngangon kok ya tape back up lho! Terus yang dilakukan itu apa aja?
Pertama, keluarkan tape backup yang lama. Karena memang cuma punya satu mesin buat tapenya dan servernya ada 8. Jadi harus gantian makenya. Lha ini masalahnya. Berarti tiap kali mau backup harus dipastikan dulu apa yang mau diback up dan diseseuaikan sama tapenya. Artinya, ndak bisa dijadwalkan secara otomatis backupnya. Harus kekantor dan harus manual.
Kedua, masukan tape yang baru lalu dipilih pilih mana aja yang mau dibackup. Lha yang ini kadang2 masalah. Namanya user itu, suka nganggep apa apa yang dipinjami sama perusahaan miliknya sendiri. Akibatnya itu folder isinya penuh sama mp3 dan resep masakan. Ini gimana sih? Lha wong dikasih ruang penyimpanan itu ya harusnya kan dipake buat nyimpen dokumen atau presentasi atau file-file penting. Apa ya aku ini masuk hari sabtu buat mback-up mp3 sama resep masakan? Mending tak gowo mulih ae! lumayan buat nyeneng nyeneng i simbak. Untuk itu aku pun harus memilih dan memilah secara manual apa saja yang harus dibackup dan mana saja yang harus dibawa pulang. Menurut asumsiku sendiri tentunya.
Ketiga, pastikan tape terputar secara halus dan merata? koyo nggawe bolu. Lalu tunggu sampai folder selesai dibackup. Khusus untuk sabtu, kegiatan ini harus dimulai dari pagi hari dan harus ditunggui. Karena akan ada lagi tape yang mengantri untuk diisi. Kalo hari biasa sih, lakukan saja sore hari terus ditinggal pulang. Besok pagi tinggal ambil hasilnya. Kayak nadahi air embun ya?
Simpel kan? dan banyak waktu luang. Memang. Dan bisa enam jam kosongnya. Ngapain? ya nge-blog donk! wong dapet fasilitas kok nggak dipake. Kadang kadang ya nonton film pake projektor. Biar kayak dibioskop. Lha terus apa bedanya donk sama karyawan tadi yang suka nyimpen nyimpen mp3? Ya nggak ada dong! Wong sama sama karyawan kok dibedakan??
AKHIRNYAAAAAA
Desember 8, 2006
Bukannya akhirnya punya blog. Tapi akhirnya bisa masuk lagi kesini. Inilah salahnya jadi pemalas. Bikin blog sendiri passwordnya lupa sendiri. Parah sekali. Sekarang saya harus merekam baik-baik nama dan usernamenya. biar nggak susah kalo mau masuk lagi. Sejujurnya sih, saya nggak begitu percaya dengan mekanisme pengingat password itu. Tapi sekarang sudah mulai percaya, lha wong sudah terbukti. Cukup membantu sekali buat orang-orang pelupa seperti saya ini.
Lupa password ini bukan yang pertama kali. Apalagi sebagai pelanggan warnet murah dan barang-barang gratisan banyak sudah saya tinggalkan password dimana saja. Sampai saya lupa sudah dimana saja saya tinggalkan jejak didunia yang maya ini. Tapi saya punya solusinya sekarang. Istri saya membelikan sebuah buku kecil. Cukup kecil untuk dimasukan kesaku dan bisa dibawa kemana-mana. Dengan buku itu, saya tuliskan macam-macam keperluan saya dalam sehari dan apa yang harus saya bawa pulang untuk hari itu juga. Buku itu juga ditulisi istri saya agar saya bisa ingat pesanannya.
Sekarang hampir tiap jam saya buka buku itu. Saya tulisi dan saya baca-baca isinya. Siapa tau ada hal-hal yang terlewatkan yang sebenarnya harus saya lakukan. Salah satunya adalah menuliskan identitas saya diblok ini.