Hujan

Desember 18, 2006

Wah….. sudah sepanjang akhir minggu kemarin kami nggak keluar rumah. Saya dan Simbak cuma bisa duduk diteras memandangi langit yang gelap dan titik-titik hujan yang mulai jatuh satu persatu. Mendengar angin yang menderu membawa dingin yang menusuk. Samar-samar sebentuk cahaya melayang diudara. Makin lama makin rendah dan hilang dibalik pepohonan. Mendaratlah dengan selamat. Hebat! Pilot yang hebat! Mendaratkan pesawat dipagi yang berkabut.

Masih duduk berdua memandangi hujan dan kebun kecil kami yang basah berganti-ganti. Pucuk lili itu merunduk, bibit mangganya juga. Tapi anggrek tanahnya masih tegak berdiri. Angin kembali menderu. Hiihhh… dinginnya. Sepeda motor yang sedang dipanasi pun dimatikan kembali. Nggak jadi pergi. Langitnya menyeramkan. Lebih baik dirumah saja dan duduk duduk didapur sambil mengisi perut. Rencana untuk keluar sebentar pun harus ditunda tanpa tau kapan bisa terlaksana. Mmm.. mpek-mpeknya ditahan dulu ya mbak.

Leave a Reply